Rabu, 14 maret 2012
Hari ini tepat saat hari jadi ke 79 PERSIB BANDUNG. Persib? sebuah nama berjuta cerita dan menjadi bagian dari hidup dari seorang anak berdarah aceh dan jawa. Ya itu aku, seorang anak yang dulu sangat bermimpi menjadi bagian dari persib, namun harapan menjadi pemain itu sirnah seketika karena kurangnya pengetahuan dan cara menggapainya. Awal kisah, Saat itu aku baru saja mendarat dari sebuah pertualangan keluarga dari ayah yg menggabdi pada pemerintah dan saat aku mengginjak kelas empat sekolah dasar. Cianjur, itulah kota singgahan kami sekeluarga saat itu. Dengan dorongan teman baruku untuk bermain sepakbola menjadi hal baru bagi saya. Olah raga rakyat itu seperti langsung mengalir dalam darah seperti air yang mengalir ke dataran rendah. Entah mengapa, melihat kebelakang keluargaku tak satupun gemar menonton bola. Dan saat itu dunia baru pun dimulai, banyak hal yang dapat di ambil dalam sepak bola bagaimana caraku bisa memahami perbedaan, kesolidan, hingga kepercayaan. Terimaksih tuhan enggkau telah mengenalkan hambamu ini pada sepakbola, berbicara sepakbola tentunya ada panutan yang harus diambil. Suatu ketika saat aku melihat televisi seakan panutan itu menjadi bagian baru dalam hidupku. Rasa itu muncul saat melihatnya melebihi rasa mendapatkan ponten 100 di sekolah. PERSIB!!! Itulah rasa yang menjadi bagian baru dalam hidupku. Berita demi berita hingga pertandingan demi pertandingan serasa sanggat rugi untuk melewatkanya. Seiring bertabahnya usia keingginan untuk melihat persib bertanding di stadion seakan makin menggebu. Tapi apalah daya saat smp kala itu aku secara financial tidak memungkinkan untuk berangkat langsung ke stadion. Jangankan ke stadion berkeliaran dimalam hari saja rasanya sangat tidak mungkin ini semua akibat aturan yg di tetapkan oleh kedua orang tua, terkecuali malam minggu itupun dibatasi. Akhirnya saat yang dinanti pun tiba, saat yang selalu di tunggu di masa SMA seiring pertumbuhan umur dan financial keluarga harapan itu seperti tinggal melaksakanya, dengan ijin orang tua saat itu kelas dua SMA dan modal tiga ratus ribu rupiah plus tanggungan seorang teman yang diajak berangkatlah kaki berdua. Pada hari itu PERSIB berhaapan dengan dengan Persela lamongan, tapi rencana itu tidak semudah yang dipikirkan rintangan pertama kami yaitu ketidak tahuan bagaiman cara bisa tiba di stadion siliwangi yang saat itu menjadi kandang PERSIB BANDUNG. Seperti anak kecil yang baru belajar dengan menghilangkan rasa malu kami memberanikan diri untuk bertanya sana ini, banyak jawaban, banyak tanggapan, banyak cerita seperti pribahasa mengatakan MAN JADDA WAJADA (siapa yang bersungguh-sungguh maka akan berhasil) kami berdua pun tiba di tempat yang dituju, Stadion siliwangi tempat berkumpul BOBOTOH untuk tim kebanggaanya saat berlaga. Tak ada rasa yang membahagiakan melainkan rasa bahagia capur haru apalagi saat salah seorang bertanya dalam bahasa sunda “kang dari cianjur?? Edannn” berarti mas dari cianjur? Gilaaa (mungki kaget melihat aku aku dan seorang teman yang bertubuh kecil lebih condong masih terlihat seperti anak SMP dan rasa bahagia itu lengkap karena kemenangan PERSIB 5-2 atas lawanya. Seperti semuanya lengkap sudah dengan oleh –oleh yang dibawa kerumah. Begitulah sebagian kisahku untuk menjadi bagian dari persib, kini persib sudah berusia 79 tahun tepat saat aku berumur 19thn. Ini tulisan pertamaku, ironis memang dengan umur 19thn dan tulisan pertama untuk kisah hidupnya, ya itulah aku MUHAMMAD ASSASUL MUTTAQIN seorang anak yang selalu ingin menjadi bagian dari PERSIB . Tapi disisilain aku merasa bangga karena tulisan memoar ku UNTUK PERSIB BANDUNG!!! kini ada harapan lain yang aku targetkan untuk menjadi bagian dari persib, aku bisa membuat karya untuk persib dan suatu saat nanti semoga bisa berkerja untuk persib. Sekarang terihat memang tidak mungkin tapi semangat dari kata MAN JADDA WA JADDA menjadi motivasi lain bagiku. SELAMAT ULANG TAHUN PERSIB!! SEMOGA AKU, KAMU, BOBOTOH, PENGURUS DAN PEMAIN YANG PERNAH MEMBELAMU SELALU MENJADI BAGIAN YANG TAK TERPISAHKAN. RAIHLAH PRETASIMU SETINGGI LANGUT KE TUJUH, TERUSLAH BENTANGKAN SAYAP MU. BAWA KEMBALI TROPHY KEBANGGAAN ITU KEMBALI KEBANDUNG. SEKALI LAGI SELAMAT ULANG TAHUN
BAAAAGIIMUUU PERSIB JIWAAA RAGAAAA KAAAAMII