Tanda-Tanda Orang Munafik
I. PENDAHULUAN
Orang yang dalam hatinya ada keimanan dan ketakwaan dan telah bersaksi akan kebenaran ajaran islam tetapi tidak mengamalkanya disebut fasiq. Sebaliknya orang yag secara lahiriah ketaatan dengan mengaku beriman secara lisan dan mengamalkan ibadah, tetapi dalam hati dia mengingkari semua itu, dia disebut munafik.
Kemunafikan adalah salah satu penyakit psikis dan potensi buruk yang dapat menyebabkan lahirnya beberapa penyimpangan moral, termasuk diantaranya dua prilaku diatas. Sifat ini juga memiliki tingkat-tingkat dan drajat-drajatnya yang bermacam-macam. Insyallah saya akan berusaha membahasnya semampu saya, dengan menyebutkan tingkatan-tingkatanya.
II. PERMASALAHAN
A. Pengertian munafik
B. Ciri-ciri orang munafik
C. Munafik sempurna
III. PEMBAHASAN
A. Pengertian munafik
Munafik atau minafik (kata beda), plural memungkinkan adalah mereka yang berpura-pura mengakui ajaran agama, namun sebenarnya tidak mengakuinya dalam hati. Munafik secara terminologi dalam Al-Qur’an merujuk pada mereka yang tidak beriman tetapi berpura-pura beriman.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, maka Allah membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa`: 142 )
B. Ciri-ciri orang munafik
Ciri-ciri orang munafik sangat banyak tersebut di dalam Al-Qur`an, dan Rasul SAW juga menyebutkan sebagian di antaranya guna memperingatkan umatnya dari ciri-ciri tersebut, jangan sampai mereka terjatuh ke dalamnya sehingga mereka akhirnya menjadi mirip seperti mereka. Padahal sungguh Nabi shallallahu alaihi wasallam telah menyatakan bahwa barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk dari kaum tersebut .
Ciri orang munafik, yaitu apabila berbicara berdusta, apabila berjanji ingkar, da apabila dipercaya berkhianat. Apabila paa seseorang terdapat salah satu sifat-sifat tersebut, berarti ia termasuk orang munafik. Pengertian munafik adalah menampakan seesuatu yang berlainan dengan isi hati .
Artinya:
Hadist ‘Abdullah bin ‘Amr bahwasanya Nabi SAW, bersabda: “empat sifat yang barangsiapa mengerjakanya maka ia menjadi orang yang benar-benar munafik, dan barangsiapa yang melakukan satu dari keempat sifat itu maka di dalam dirinya terdapat sebagian sifat nifaq sehingga ia meninggalkanya, (yaitu) : apabila dipercaya, ia berkhianat, apabila berbicara, ia berdusta, apabila berjanji, ia tidak menepati; dan apabila bertengkar, ia curang”.
Al Bukhari mentahrijkan hadist ini dalam “kitab iman” bab tentang orang munafik .
Keempat yang disebutkan dalam hadist diatas adalah
1. Menghianati amanat
Amanat maksudnya menitip kepercayaan kepada seseorang. Kedalamannya termasuk amanat harta benda, nama baik, rahasia, jabatan, amanah-amanah lainya yang bersifat materi. Bahkan dalam cakupan yang lebih luas lagi adalah amanah dari Allah SWT dan rasulnya. Semua amanah itu harus dijaga, dipelihara dan dilaksanaka sebagaimana mestinya.
Disamping pelanggaran (penghianatan) amanah terhadap semua manusia sudah cukup banyak, penghianatan terhadap Allah SWT dan rasulnya lebih menonjol lagi. Sekiranya kita mau mengakui jujur, maka penghianatan kita teradap Allah SWT dan rasulnya lebih banyak bila dibandingkan dengan amanah yang sudah kita jalankan. Namun, sudah menjadi sifat manusia tidak mau besifat satria untuk mengakui kekurangan dan keebihanya terhadap Allah SWT, lebih-lebih lagi terhadap sesama manusia.
2. Berbicara dusta (bohong)
Berbicara dusta, sama dengan mengada-ada yang tidak ada. Apabila ada orang yang sudah telanjur percaya terhadap berita yang disampaikanya itu maka sebenarnya pendengaranya telah terkecoh dan tersesat. Sekiranya berita it merupakan janji, maka janji itu janji bohong. Sekiranya berita itu benar fakta maka fakta yang dinantikan itu juga fakta bohong.
Berita bohong disamping merugikan orang banyak juga merugikan diri sendiri, orang yang menyampaikan berita itu. Apabila kebohongan seseorang telah diketahui maka seumur hidupnya tidak akan dipercaya lagi kedepanya, lebih rugi agi adalah di akhirat kelak dia akan mendapat siksa dari Allah SWT.
3. Tidak menepati janji.
Tidak sedikit orang berjanji dalam berbagai hal, tetapi ada saja orang yang tidak menepati janjinya, janji enteng dan tidak membawa resiko apa-apa. Padaa orang yang menunggu janji, jiwanya merasa tersakiti dan gelisah. Orang yang berjanji memberikan suatu harapan dan bila yang diharapkan itu tidak terbukti, maka rasa kecewa yang didapat. Sedangkan orang yang sengaja mengecewakan orang lain, dilarang oleh agama islam. Dusta menyalai janji adalah dua bersaudara yang dapat menggelisahkan orang dan megacaukan masyarakat luas.
4. Tidak mau menerima kebenaran
Salah satu ciri orang munafik adalah tidak mau menerima kebenaran dari orang yang menjadi temannya diskusi atau lawanya berdebat. Hal ini berarti dia tidak mau menerima kebenaran dari orang lain. Dia selalu merasa dirinya dan orang lain salah, dia menginginkan pendapatnya selalu di dengar, tetapi tidak mau mendengar pendapat orang lain.
Apabila suatu saat orang yang seperti memegang kekuasaan, maka kemungkinan dia akan menjadi seorang dictator .
C. Munafik sempurna
Munafik sempurna adalah apabia seseorang melakukan tiga hal yang tadi disebutkan di atas yaitu :
1. Jika berbicara dia berdusta
2. Jika berjanji dia selalu mengingkari
3. Jika diberi amanat dia berkhianat
Apabila seseorang sudah memenuhi tiga kriteria diatas maka orang itu adalah orang yang benar-benar munafik sempurna.
Dari hadist Abdullah bin Umar ada dua pembagian yang bisa diambil pelajaran yaitu benar-benar munafik (munafik semurna) dan sifat munafik sempurna yang ada pada diri seseorang. Munafik tidak diategorikan islam, bukan islam bukan juga kafir tetapi sebagai munafik. Dalam surat At-Taubah ayat 63 – 68 Allah SWT menceritakan tentang orang-orang munafik pada masa rosul sehingga Allah SWT memerintahkan kepada rasul jangan mendoakan ampunan kepada mereka (tidak akan diterima kalau rasul memohon 70 kali) dan demikian ancaman keras neraka jahanam yang kekal bagi orang-orang munafik. Orang-orang munafik selalu menerima dan memberi dengan ketidak tulusan mereka jauh dari sifat rendah hati. Mereka selalu ingin dipuji disertai sifat iri hati semisal ada yang menyamai dan melebihi mereka.
Orang-orang munafik suka melanggar kebenaran dalam hatinya dan bahkan suka mengolok-oloknya, lebih suka bersenang-senang daripada melakukan hal yang bermanfaat, suka menghina orang yang suka berbuat baik dan menghasut orang untuk menghindari perbuatan-perbuatan baik, dan tentunya lebih menyukai dunia daripada akhirat. Allah SWT telah menggambarkan kaum munafik lebih dari satu surah, salah satunya adalah : “Dan diantara manusia ada yang mengatakan, kami telah beriman kepada Allah SWT dan hari akhir”, padahal sebetulnya mereka bukan orang-orang yang beriman, dan mereka hanya menipu dirinya sendiri. Sedangkan mereka tidak menyadari, dalam hati mereka terdapat penyakit, lalu Allah SWT memperhebat penyakit itu, dan mereka memberi siksaan yang pedih karena mereka mendustakan kebenaran .
IV. KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tanda munafik itu ada tiga yaitu, bila berbicara ia berdusta, bila berjanji ia menggingkari janji, dan jika diamati dia khianati. Pengertian munafik itu sendiri adalah mereka yang berpura-pura menggikuti ajaran agama namun sebenarnya tidak mengakuinya dalam hati. Macam-macam orang munafik ada dua macam : munafik sempurna dan sifat atau perangai munafik yag ada pada diri seseorang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar